Pertama kali baca tugas, bingung karena sepertinya komunikasi dalam keluarga kami terasa sudah produktif. Mau dilatih bagaimana lagi? Tapi kemudian mencoba flashback, terharu kalau teringat bagaimana komunikasi dalam keluarga kami dahulu yang sangat jauh dari produktif.

Kemarin sore, ada kejadian menarik. Arsya minta dibuatkan teh, baru diminum sedikit, tanpa sengaja kak Aysh menumpahkannya. “Yaaa.. Aku bersalah menumpahkan teh nya. Bunda, maaf ya bun. Aku ga sengaja. Maaf ya dik..”, begitu katanya sambil berlari segera mengambil kain pel & membersihkannya.
Arsya melihat kakaknya sibuk, dengan gembira ikut mengambil tissue & mencoba membantu kakaknya.
Saya tersenyum, terharu rasanya seraya berkata “It's Ok. Terima kasih kak Aysh sudah mau bertanggung jawab membersihkannya. Lain kali, kakak bisa lebih berhati-hati ya.. Terima kasih juga dek Arsya sudah mau membantu kakak. Bunda bahagia putri-putri bunda saling bekerjasama. Rukun selalu & saling menyayangi ya.. bunda sayang putri-putri bunda..”, begitu jawab saya sambil memeluk kedua putri saya.

Kenapa saya terharu? Jawabannya bisa sangat panjang, tapi secara ringkasnya karena saya sangat bahagia melihat perkembangan kak Aysh. Sungguh benar kalimat “karena mendidik tidaklah mendadak” (Saya baca status WA bun Fara IP Jogja kemarin). Dahulu, menghadapi situasi serupa, kak Aysh justru akan marah-marah/menangis. Perlu beberapa kali saya membesarkan hatinya & mengajarinya. Saya dulu terbiasa berkata “It's Ok kakak, kita bisa membersihkannya bersama-sama” sambil menggunakan kain pel untuk membereskannya. Setelah beres, saya akan memeluk kak Aysh sambil berkata “Tidak apa-apa, bunda tidak marah, lain kali kakak tahu ya apa yg harus dilakukan ketika terjadi lagi, bunda sayang kak Aysh, Bismillah, bunda yaqin kakak bisa lebih berhati-hati lain kali”. Tentunya saya mengakhirinya dengan menatap matanya sambil tersenyum.

Rupanya cara saya tersebut membuat komunikasi diantara kami lambat laun menjadi semakin baik dari hari ke hari. Alhamdulillah..

Komunikasi dengan suami, alhamdulillah produktif. Kebetulan kemarin pagi ada sedikit kejadian yang membuat kami harus clear & clarify dengan orang lain. Saya harus menyampaikan “sesuatu” tersebut kepada suami saya, kali ini saya menyampaikan pesan dengan kombinasi kaidah 7-38-55 & intensity of eye contact. Alhamdulillah hasilnya sangat produktif & permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.

Sore harinya, suami pulang dengan wajah lelah & kurang bersemangat. Saya membiarkannya membersihkan diri & istirahat sejenak, karena kali ini yang paling cocok adalah kaidah “choose the right time”. Saya menghampiri suami saya & menanyakan bagaimana harinya hari ini, yang perlu digarisbawahi, saya melakukannya dengan bahasa kasihnya. Dengan demikian, komunikasi terjalin dengan lancar & produktif. Terjadi saling pengertian & otomatis baiti jannati bisa terwujud. Alhamdulillah..

#hari1

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional