Pagi ini dimulai dengan kak Aysha yang "aras-arasen" berangkat sekolah. Ia berangkat sekolah dengan cemberut, tidak bersemangat & ngedumel "kenapa ndadak(harus) sekolah".

Siangnya kak Aysha pulang dengan loyo, nampak sangat lelah. Saya mengambil mangga madu di kulkas sebagai senjata untuk ngobrol. Yup, Saya berhasil meraih perhatian dari kak Aysha. Kami duduk berdampingan di sofa sambil makan mangga bersama-sama.

Bunda: Kakak tampak lelah sekali, sakit kah?

Kak Aysha: Ga. Panas bun. Capek.

Bunda: Kalau kakak capek, lepas maem mangga kakak bisa istirahat dulu. Tadi di sekolah gimana? Ada yang mau diceritakan sama bunda?

Kak Aysha: Tadi itu aku sampai sekolah jam 6, trus aku baca Al Qur'an, trus pelajaran Matematika, B. Indonesia, IPA, keputrian trus bahasa Arab. Pokoknya mboseni banget, malesi. Ngapa to ndadak sekolah?! Malesi.

Bunda: hmmm.. biasanya ada yang seru-seru kalau pas keputrian?

Kak Aysha: hahahahaha.. (mood nya agak berubah, jadi ceria) Tadu seru to bun, Kan gurunya nyetel video ada yang lagi sholat. Trus ada yang masbuk gitu, na masbuknya itu setan. Hahaha.. Temenku pada jerit-jerit semua, telingaku sampai sakit. Hahahaha..

Bunda: kakak ga ikut jerit-jerit?

Kak Aysha: Ga lah bun. Ya kaget si, tapi ga takut. Malah seneng lihat video aja. Tadi belajar tentang masbuk. Daripada biasanya kalau bikin apa bikin apa gitu di kantin, pasti sumpek, malah ga seneng aku.

Bla.. bla.. bla.. obrolan setelahnya mengalir lancar & suasana hatinya baik.

Sebenarnya bukan saya tak tanggap bahwa sekolah formal dengan gaya belajar di kelas tidak cocok untuknya. Namun saya tak bisa mengambil keputusan sendiri. Yang bisa Saya lakukan hanya berusaha menguatkannya. Ayahnya sebenarnya juga tahu tapi malas ribut juga dengan amahnya kak Aysha. Terlebih kami berdua juga tidak mau membuka Komunikasi, selama ini kami biarkan kak Aysha sendiri yang berkomunikasi dengan amahnya, meskipun Kak Aysha sendiri juga malas berkomunikasi dengan amahnya.

Saya hanya katakan pada kak Aysha, sepanjang kak Aysha berani bertanggung jawab dengan keinginan & pilihan kak Aysha Dan mampu mengkomunikasikan dengan amahnya, bunda akan dukung & memfasilitasi. Nampaknya ia belum berani. Jadi mau tidak mau suka tidak suka, dia berusaha bertahan untuk bersekolah formal. Mudah-mudahan ada solusi yang baik ya nduk..

#hari10

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kelasbundasayang

#institutibuprofesional