Weekend ini kak Aysha menginap di rumah tetangga kami dulu, mbolang bersama putri tetangga, mbak Kisha namanya. Kak Aysha selalu berbinar-binar setiap kali bercerita tentang pengalamannya menjelajah sungai, sawah & alas. Kemarin niatnya hanya main sebentar, tapi karena sudah lama tidak main bersama, akhirnya minta ijin menginap. Fiuhhh.. kalau sudah main, Tak ingat tugas sekolah yang bejibun. Pasti Minggu sore bakal panik ga karuan. ?

Minggu sore, jam 17 bunda jemput kak Aysha. Tepat seperti dugaan bunda, kak Aysha berada dalam mode mbingungi teringat PR nya yang belum dikerjakan. Sepanjang perjalanan pulang, ia terus saja berkata "aku belum belajar. Besok ada penilaian IPA 45 soal. Ada PR Matematika juga belum Tak kerjain", tentu mengatakannya sambil mbrambangi. Fiuhhh..

Sesampainya di rumah, level paniknya Naik dari sekadar mbingungi ke level marah-marah. Hufffft.. tarik nafas panjang. Bunda tunggu agak mereda, kok ga reda-reda juga. Akhirnya selepas Maghrib bunda punya kesempatan bicara. Saatnya mengasah kecerdasan emosional kak Aysha.

Bunda: Kak, kemarin kan kakak sendiri yang minta libur menginap di rumah mbak Kisha. Kan sudah puas juga ya mbolang 2 hari ini. Bagian seneng-senengnya kan udah ya.. Nah, sekarang mulai serius menyiapkan sekolahnya ya.. Tadi kakak sampaikan kalau besok kakak ada penilaian IPA & PR juga belum mengerjakan. Itu konsekuensi karena kakak tidak siapkan sejak kemarin. Kalau kakak bisa mengelola waktu yang ada sekarang, insyaallah masih bisa selesai lho PR nya. Daripada kakak hanya uring-uringan yang tidak menyelesaikan masalah, mending yuk dimulai. Bunda bantu manage deh.. Sekarang kakak segera makan, setelahnya langsung siapkan jadwal pelajaran besok. Kalau sudah selesai, nanti bilang ke bunda. Ok?

Kak Aysha: Ya..

Faktanya bunda harus sering bertanya "sudah selesai njadwalnya kak?", berkali-kali. Setelah beberapa menit (60menit ?), akhirnya kak Aysha laporan

Kak Aysha: Bun, jadwalnya sudah selesai. Trus gimana?

Bunda: Sip. Nah.. masih ada 1,5jam sebelum jam tidur. Bagaimana menurut kakak? Mengerjakan PR dulu/belajar dulu?

Kak Aysha: Belajar.. takut kalau nilainya jelek, nanti dimarahi bu Atik. Soalnya katanya ada yang belum diajarkan, harus belajar sendiri.

Bunda: Kalau menurut bunda, mending kakak kerjakan PR dulu. Kalau tak sempat belajar malam ini, besok lepas Subuh kakak masih bisa belajar. Kalau kakak sekarang belajar dulu, masih punya hutang PR yang belum tentu selesai kakak kerjakan besok pagi. Kan waktunya Lebih pendek, terlebih biasanya kakak kalau pagi sering kalah sama rasa ngantuk. Kalau pahit-pahitnya tak sempat belajar, Kan kakak sudah pernah mendapat materi di kelas & sudah beberapa kali belajar materi tsb dari tugas-tugas merangkum materi. Jadi asalkan kakak tenang & ga paniknya, insyaallah besok bisa mengerjakan dengan baik.

Kak Aysha: Bisa gitu ya bun? Yang penting tenang gitu ya? Nanti aku bisa ingat apa yang pernah dipelajari?

Bunda: insyaallah bisa kak, kuncinya kakak harus tenang. Kalau kakak panik, biarpun sekarang kakak paksakan belajar, hasilnya pasti ga bagus, justru malah bisa Lupa semua yang pernah dipelajari.

Kak Aysha: ya aku Tak ngerjakan PR dulu.

Pukul 20.50 alhamdulillah kak Aysha selesai mengerjakan PR. Bunda segera memintanya sholat 'isya & tidur. Tapi kak Aysha masih mbingungi karena belum belajar IPA sama sekali. Bunda gemes juga, akhirnya bunda tegasi.

Bunda: Sudah, manut bunda, kak Aysha sekarang butuhnya istirahat bukan belajar. Besok pagi bunda bangunkan awal, kakak sikat Gigi & wudhu biar ga ngantuk. Yang penting sekarang istirahat dulu, besok bisa belajar dengan baik. Ga ada gunanya sekarang memaksakan diri belajar, yang ada besok kakak malah ngantuk di kelas & ga bisa mengerjakan dengan baik.

Kak Aysha akhirnya menurut, segera sholat 'isya & bersiap tidur. Mudah-mudahan esok pagi ia Bisa bangun dengan semangat.

Kecerdasan emosional kak Aysha masih sering Naik turun, ia sering dikuasai rasa takut & panik. Bunda masih harus sering mengawal emosinya seperti malam ini. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, kak Aysha semakin bisa mengelola emosinya karena bunda takkan selalu ada.

#kelasbundasayang

#institutibuprofesional

#familyproject

#myfamilymyteam