Hari ini Arundaya Family + om Abdan (adik bungsu saya) berkesempatan mengunjungi pantai Sadranan yang berlokasi di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, DIY. Pantai ini merupakan pantai favourite keluarga kami. Adanya gunung batu atau pulau di pantai ini, berfungsi sebagai pemecah ombak alami sehingga ombak yang datang tidak terlalu besar. Pantai ini juga menawarkan keindahan bawah laut yang bisa dinikmati melalui kegiatan snorkeling. Pasir putih & lingkungan pantai yang bersih selalu mampu membuat kami berlama-lama di pantai ini. Waktu tempuh menuju pantai Sadranan kira-kira 2jam dari tempat tinggal kami. Kami menggunakan Waze untuk memandu perjalanan kami kali ini, saya pelajari rute yang disarankan berbeda dengan rute yang biasa kami lalui. Kami putuskan untuk mengikuti petunjuk Waze. Tiket masuk kawasan pantai ini Rp 19.000,00 untuk 2 orang (menurut lembar tiket yang kami dapat), tapi pada saat kami melewati TPR hanya ditarik Rp 20.000,00, padahal bapaknya melihat ke dalam mobil, tim kami terdiri dari 3 dewasa & 3 anak-anak. Barangkali memang rejeki kami, alhamdulillah saja.. laughing

Wajah pantai Sadranan sudah banyak berubah dari sejak terakhir kali kami kesini. Saya sempat "pangling" sewaktu kami berbelok masuk dari jalan besar menuju pantai. Sepanjang pinggir kanan kiri jalan masuknya sudah penuh dengan pedagang yang menjajakan aneka makanan & souvenir. Hiks..ada rasa sediih juga, karena dulu kami paling suka kesini karena pantainya masiih sangat sepi (merasa di pantai pribadi gitu). Kami masih kebagian parkir gratis karena sampai disini saat masih pagi. Area parkir ini sangat dekat dengan gazebo, sehingga kami tidak perlu berjalan jauh. Gazebo-gazebo disini disewakan dengan tarif Rp 30.000,00 per Gazebo. Karena pengunjung masih relatif sepi, kami masih bisa memilih gazebo VIP (baca: dekat pepohonan & depan warung makan yang menyediakan kamar mandi). Suasana pinggiran pantai kembali membuat saya "pangling", dari ujung timur hingga ujung barat sudah banyak berjejer tempat persewaan snorkel, padahal dulu cuma ada 1 kios milik mas BudiĀ  (Ketahuan kan ya sudah berapa tahun ga ke pantai ini.. laughingcool).
Bagi yang ingin snorkeling & tidak memiliki peralatannya, sewa alat disini cukup Rp 25.000,00 sudah bonus didampingi oleh petugas.

Alhamdulillah perjalanan kami kali ini sangat menyenangkan, anak-anak sangat bergembira bermain pasir & ombak. Arsya yang baru kali ini ke Pantai Sadranan, sangat menikmati suasana. Aysha & om Abdan tidak bisa berhenti berlarian bermain bersama ombak. Kak Aji juga terlihat damai menikmati suasana. Setelah cukup lama bermain pasir, Arsya melihat layang-layang terbang diatasnya & minta dibelikan. Harga layang-layang disini bervariasi, Rp 30.000,00 untuk layang-layang biasa dengan gambar Batman, Rp 35.000,00 untuk layang-layang berbentuk kupu-kupu & Rp 45.000,00 untuk layang-layang berbentuk burung.

Keasikan bermain membuat kami lupa waktu, ternyata sudah lewat tengah hari ketika kami merasa lapar. Kami menuju Gazebo & memesan makanan. Ikan cakalang per porsi ditawarkan dengan harga Rp 35.000,00 & Rp 45.000,00 tergantung besar ikannya (Paket 1 porsi: ikan cakalang bakar, nasi, lalapan, sambal). Saya bertanya kemungkinan lain, bisakah pesan ikannnya kiloan? Mbaknya bilang bisa, dengan harga 120rb/kg. Tapi ketika saya tanya bisakah saya pesan nasi sebakul, tidak ada jawaban pasti, jawabannya hanya kembali ke ikan sekilo Rp 120.000,00. Ya sudah, karena perut sudah lapar akhirnya saya pesan 6 porsi cakalang. Tambah sayur kangkung (Rp 7.000,00/porsi, 1 porsi kira-kira 1 ikat kangkung), es teh (@ Rp 4.000,00) dan tempe mendoan (Rp 7.000,00/porsi, 1 porsi isi 7 potong tempe).

Alhamdulillah, kenyang... Saatnya membayar pesanan, ... Nahhh...
Pas bayar ini saya tanya ke mbak kasirnya, "Berapa harga nasi sebakul?" (sebakul nasi ini kira-kira cukup untuk 6 orang),
dijawab Rp 25.000,00.
Hmmm.. lanjut... "Berapa harga lalapan?",
dijawablah sama si mbak "biasanya seporsi lalapan plus sambal Rp 5.000,00 bu".
Hmmm.. saya mbatin kenapa tadi ga nanya sama mbak kasir ja. Lumayan kalau pesennya ga paketan. Dapat ikan lebih banyak (1kg isi 8 ikan) & total harga juga jauh lebih murah. laughing

Lepas makan siang, kak Asyha & om Abdan kembali bermain bersama ombak, sedangkan Arsya, ayah, bunda & kak Aji mandi. Kak Aji lanjut tidur setelahnya. Ayah bunda & Arsya menyempatkan berjalan-jalan ke arah timur & sempat berbincang-bincang dengan mas Budi. Mas Budi bercerita seminggu terakhir snorkeling sepi peminat karena ombak sedang tinggi, tapi pengunjung pantai saat ini cukup ramai. Arsya melihat kakak & omnya masih asik bermain, akhirnya kembali ikut bergabung & baru berakhir menjelang pukul 16.

Pukul 16.20an kami meninggalkan pantai Sadranan & memulai perjalanan pulang yang ternyata sekali ini pakai acara nyasar (berkat mengikuti jalan lebar & bagus yang ternyata adalah jalur sepanjang pantai selatan). Setelah jalan jauh memutar, kami putuskan untuk kembali ke jalan Wonosari & tiba di Kalasan sudah lepas maghrib. Tak mengapa nyasar di akhir cerita, yang penting masih bisa kembali ke jalan yang benar. cool